Apr 3

DDL (Data Definition Language)
Seperti definisi yang dijelakan diatas, DDL adalah kumpulan perintah sql yang digunakan untuk membuat (create), mengubah (alter) dan menghapus(drop) struktur dan definisi tipe dari objek-objek database.

Akses Mysql
Sebenarnya ada 2 cara yaitu lewat command prompt dan lewat php myadmins, tapi kit muali dengan command prompt ya :3
1.Instalasi XAMPP terlebih dahulu.
2.Buka control panel XAMPP, kemudian klik start pada pada Apache dan MySQL.
3.Sekarang masuk ke command prompt, caranya masuk ke run, lalu ketikan cmd
4.kemudian enter atau bisa dengan menekan secara bersamaan windows + R
5.kemudian buka cmd
6.Ketikan cd c:\xampp\mysql\bin
7.Kemudian mysql -u root

Perintah-perintah pada DDL

  1. CREATE

              Digunakan untuk membuat database dan objek-objek di dalam database.

         -Membuat database

   -Mengaktifkan database yang telah dibuat

-Membuat Table

  1. DROP

Digunakan untuk menghapus database dan objek-objek di dalam database.

        -Menghapus database dan tabel

  • ALTER

Berfungsi untuk memodifikasi tabel

– menambah kolom/field

– menghapus kolom/field

– membuat primary key atau foreign key

        -Menambah Kolom/Field

      -Merubah Kolom/Field

ERD (ENTITY RELATIONSHIP DIAGRAM)

Entity Relationship Diagram merupakan jaringan yang menggunakan susunan data yang disimpan dari sistem secara abstrak.Diagram Entity Relationship ini ditemukan oleh Chen pada tahun 1976.

A.  3 Hal yang harus di ketahui dalam Entity Relationship Diagram :

1.Entity
Entity adalah suatu objek yang dapat dibedakan atau dapat diidentifikasikan secara unik dengan objek lainnya,dimana semua informasi yang berkaitan dengannya dikumpulkan.Kumpulkan dari entity yang sejenis dinamakan Entity Set.

Yang biasa dilambangkan dengan simbol :

 2.Relationship
                            Relationship adalah hubungan yang terjadi antara satu entity dengan entity lainnya.Relationship tidak mempunyai keberadaan fisik atau konseptual kecuali yang sejenis dinamakan dengan Relationship Diagram.
                  Yang biasa dilambangkan dengan simbol :
  3.Atribut
                         Atribut adalah karakteristik dari entity atau relationship yang menyediakan penjelasan detail tentang entity atau relationship tersebut.
                    Yang biasa dilambangkan dengan simbol :
  B.Derajat Relationship
         1.Unary (Derajat Satu)
                  Unary adalah satu buah relationship menghubungkan satu buah entity.
                   Contoh:
2.Binary (Derajat Dua)
                   Binary adalah satu buah relationship yang menghubungkan dua buah entity.
3.Ternary (Derajat Tiga)
                      Ternary adalah satu buah relationship menghubungkan tiga buah entity.
 C.Cardinality Rasio
        1.One to One (1:1)
                 One to One adalah perbandingan antara entity pertama dengan entity kedua berbandin satu berbanding satu.
         Contoh :
2.One to Many (1:M)
                 One to Many adalah perbandingan antara entity pertama dengan entity kedua berbading satu berbanding banyak.
                Contoh:
 3.Many to One(M:1)
                   Many to One adalah perbandingan antara entity pertama dengan entity kedua berbanding banyakberbanding satu.
                  Contoh:
   4.Many to Many (M:M)
                   Many to Many yaitu perbandingan antara entity pertama dengan entity kedua berbanding banyak berbandingan banyak.
  D.Langkah-Langkah Membuat Erd
         1. Mengidentifikasikan dan menetapkan seluruh himpunan entitas yang akan terlibat.
         2. Menentukan atribut-atribut key dari masing masing himpunan entitas.
         3. Mengidentifikasikan dan menetapkan seluruh himpunan relasi diantara himpunan entitas yang ada beserta foreign key-nya.
         4. Menentukan derajat dan cardinality rasio relasi untuk setiap himpunan relasi.
         5. Melengkapi himpunan relasi dengan atribut-atribut yang bukan kunci (non-key).
AGREGASI SQL DAN VIEW

FUNCTION
Function atau fungsi dalam perintah SQL digunakan untuk menghasilkan sebuah nilai atau output. Ada berbagai macam fungsi yang ada pada SQL.
Fungsi Agregasi/Agregates
Fungsi yang dihasilkan dari sebuah group data.

  1. SUM : Untuk menjumlah suatu kolom tertentu yang telah definisikan dalam perintah select.

       Sintak : SELECT SUM (nama_kolom) FROM nama_tabel
Ex: SELECT SUM (SKS) FROM Mata_Kuliah

  1. COUNT : Untuk menghitung jumlah baris yang telah diinputkan dalam sebuah tabel

       Sintak : SELECT COUNT (nama_kolom) FROM nama_tabel
       Ex:  SELECT COUNT (*) FROM mahasiswa
       SELECT COUNT (SKS) FROM Mata_Kuliah

  1. AVG : Untuk menghitung nilai rata – rata dari suatu kolom tertentu yang telah definisikan dalam perintah select

       Sintak : SELECT AVG (nama_kolom) FROM nama_tabel
       Ex: SELECT AVG (SKS) FROM Mata_Kuliah

  1. MIN : Untuk mengetahui nilai terkecil dari sebuah kolom tertentu dalam perintah select

       Sintak : SELECT MIN (nama_kolom) FROM nama_tabel
       Ex:  SELECT MIN (SKS) FROM Mata_Kuliah

  1. MAX : Untuk mengetahui nilai terbesar dari sebuah kolom tertentu dalam perintah select

       Sintak : SELECT MAX (nama_kolom) FROM nama_tabel
       Ex: SELECT MAX (SKS) FROM Mata_Kuliah

 

 

Group By

–          Modifier Group By

Klausa group by yang diikuti oleh modefier with rollup menyebabkan tambahan baris pada hasil keluaran.

Ex:

Buat tabel bernama penjualan yang mempunyai kolom-kolom berupa tahun, negara, produk, dan profit berdasarkan data hasil penjualan.

Tabel bisa ditampilkan menurut tahun dengan perintah group by sederhana seperti berikut ini:

Select year, sum (profit) from penjualan group by tahun;

Anda dapat menggunakan rollup yang menganalisis data pada kolom tersebut dengan hanya menggunakan sebuah query. Dengan penambahan perintah rollup, baris tabel akan bertambah dengan jumlah total dari profit penjualan.

–          Group by menggunakan field tersembunyi

Mysql menambah penggunaan group by sehingga anda dapat menggunakan kolom atau perhitungan dari daftar select yang tidak tampak pada klausa group by. Hal ini berlaku untuk nilai yang mungkin untuk group ini. Anda dapat menggunakan perintah ini untuk meningkatkan performance dengan menghindari sorting dan grouping dari data-data yang tidak diperlukan.

Ex:

Anda tidak perlu mengelompokkan pelanggan.nama pada query dibawah ini:

Mysql> SELECT order.custid, customer.name, MAX(payments)

è FROM order, customer

è WHERE order.custid=customer.custid

è GROUP BY order.custid;

Having

Memiliki klausa digunakan untuk menyaring data berdasarkan fungsi kelompok. Hal ini mirip dengan kondisi WHERE tapi digunakan dengan fungsi kelompok. Fungsi kelompok tidak dapat digunakan dalam MANA Klausul tetapi dapat digunakan dalam klausa HAVING.

Ex :

Jika Anda ingin memilih departemen yang jumlah gaji yang dibayarkan untuk karyawan lebih dari 25000, query sql akan seperti;

SELECT dept, SUM (salary)
FROM employee
GROUP BY dept
HAVING SUM (salary) > 25000

Outputnya akan seperti:

GAMBAR

Ketika GROUP BY dan HAVING klausa digunakan bersama-sama dalam sebuah pernyataan SELECT, klausa WHERE diproses terlebih dahulu, kemudian baris yang dikembalikan setelah klausa WHERE dijalankan dikelompokkan berdasarkan klausa GROUP BY.

Akhirnya, kondisi pada fungsi kelompok dalam klausa HAVING diterapkan pada baris dikelompokkan sebelum hasil akhir akan ditampilkan.

 

View

SQL View adalah tabel virtual (bukan tabel sebenarnya) yang dibuat dari beberapa tabel atau view lain. SQL View tidak memiliki data sendiri, tetapi data-datanya berasal dari tabel-tabel atau view lain. SQL View dibuat atau dibangun dengan SELECT statement. Di dalam query SELECT tersebut kita bias menambahkan ORDER BY statement untuk mengurutkan data atau tidak sama sekali. SQL View dapat digunakan untuk memudahkan atau menyederhanakan data yang ditampilkan,  mencegah menampilkan data yang penting dengan menyembunyikan nama kolomnya.
– Kegunaan VIEW :

  • Menyembunyikan Kolom atau Baris
  • Menampilkan hasil dari penghitungan
  • Menyembunyikan Sintak SQL yang rumit
  • Fungsi Built-in Layer
  • Menyediakan level isolasi antara data tabel dan View data pengguna
  • Memberikan proses permission yang berbeda untuk view yang berbeda dari tabel yang sama
  • Memberikan trigger berbeda pada view yang berbeda dari tabel yang sama

– Membuat VIEW

Ex :
CREATE VIEW CustomerNameView AS
SELECT [Name] AS CustomerName
FROM CUSTOMER;

Menggunakan VIEW :

SELECT *
FROM CustomerNameView

CREATE VIEW [nama_view] AS
[select_statement]

VIEW untuk hide column/row
Contoh, misalkan pengguna aplikasi View Ridge ingin menyederhanakan daftar customer, sehingga yang tampil hanya nama dan nomor telepon saja.

CREATE VIEW BasicCustomerData AS
SELECT[Name], AreaCode, PhoneNumber
FROM CUSTOMER;

Contoh lain, jika pihak manajemen ingin menyembunyikan kolom AcquisitionPrice dan SalesPrice, maka dapat membuat view dengan tanpa mengikutsertakan kolom-kolom tersebut.

Mar 18

Read the rest of this entry »

Mar 11

RANGKAIAN ELEKTRONIKA
Komponen Elektronika Dasar wajib diketahui sebagai bagian yang paling mendasar dibidang elektronika, yaitu salah satu ilmu yang penting harus dikuasai dalam disiplin imu fisika. Komponen elektronika sendiri merupakan suatu benda yang merupakan alat pendukung dari sebuah rangkaian elektronik sehingga bisa berfungsi sebagaimanamestinya. Komponen ini dapat dilihat langsung pada suatu papan rangkaian, seperti pada papan rangkaian PCB, Protoboard, CCB. Selain yang menempel langsung, dapat pula dilihat pada veroboard yang tidak menempel langsung karena disolder dengan penghubung lain seperti kabel.
Komponen Elektronika Dasar terdiri dari satu atau beberapa bahan elektronik, yang mana bahan ini juga terdiri dari satu atau lebih unsur materi. Kemudian bila semua disatukan, selanjutnya dipanaskan, juga ditempelkan dan sebagainya akan membuat sebuah efek yang bisa berupa panas maupun suhu yang berbeda, menggetarkan ataupun menangkap sebuah materi, mengubah suatu arus, daya listrik, tegangan, dan lain-lainnya.
Komponen penyusun suatu rangkaian elektronika dibagi menjadi 2 jenis komponen, yaitu komponen aktif dan komponen pasif. Komponen Aktif adalah komponen yang bekerja sebagai penggerak (nyawa) dari suatu rangkaian, sedangkan Komponen pasif adalah komponen yang bekerja hanya sebagai penghubung (kopel) atau hanya membantu saja.

Yang termasuk komponen Aktif adalah:
– Dioda
– Transistor
– SCR ( Silicon Controlled Rectifier)
– FET ( Field Effect Transistor)
– I C ( Integrated Circuit )

Yang termasuk komponen pasif adalah:
– Resistor atau tahanan
– kapasitor atau kondensator
– Induktor atau kumparan
– Transformator

Jenis-jenis Komponen Elektronika
Berikut ini merupakan Fungsi dan Jenis-jenis Komponen Elektronika dasar yang sering digunakan dalam Peralatan Elektronika beserta simbolnya.
A. Resistor
Resistor atau disebut juga dengan Hambatan adalah Komponen Elektronika Pasif yang berfungsi untuk menghambat dan mengatur arus listrik dalam suatu rangkaian Elektronika. Satuan Nilai Resistor atau Hambatan adalah Ohm (Ω). Nilai Resistor biasanya diwakili dengan Kode angka ataupun Gelang Warna yang terdapat di badan Resistor. Hambatan Resistor sering disebut juga dengan Resistansi atau Resistance.
B. Kapasitor (Capacitor)
Kapasitor atau disebut juga dengan Kondensator adalah Komponen Elektronika Pasif yang dapat menyimpan energi atau muatan listrik dalam sementara waktu. Fungsi-fungsi Kapasitor (Kondensator) diantaranya adalah dapat memilih gelombang radio pada rangkaian Tuner, sebagai perata arus pada rectifier dan juga sebagai Filter di dalam Rangkaian Power Supply (Catu Daya).
C. Induktor (Inductor)
Induktor atau disebut juga dengan Coil (Kumparan) adalah Komponen Elektronika Pasif yang berfungsi sebagai Pengatur Frekuensi, Filter dan juga sebagai alat kopel (Penyambung). Induktor atau Coil banyak ditemukan pada Peralatan atau Rangkaian Elektronika yang berkaitan dengan Frekuensi seperti Tuner untuk pesawat Radio. Satuan Induktansi untuk Induktor adalah Henry (H).
D. Dioda (Diode)
Diode adalah Komponen Elektronika Aktif yang berfungsi untuk menghantarkan arus listrik ke satu arah dan menghambat arus listrik dari arah sebaliknya. Diode terdiri dari 2 Elektroda yaitu Anoda & katoda.
E. Transistor
Transistor merupakan Komponen Elektronika Aktif yang memiliki banyak fungsi dan merupakan Komponen yang memegang peranan yang sangat penting dalam dunia Elektronik modern ini. Beberapa fungsi Transistor diantaranya adalah sebagai Penguat arus, sebagai Switch (Pemutus dan penghubung), Stabilitasi Tegangan,.
F. IC (Integrated Circuit)
IC (Integrated Circuit) adalah Komponen Elektronika Aktif yang terdiri dari gabungan ratusan bahkan jutaan Transistor, Resistor dan komponen lainnya yang diintegrasi menjadi sebuah Rangkaian Elektronika dalam sebuah kemasan kecil.
G. Saklar (Switch)
Saklar adalah Komponen yang digunakan untuk menghubungkan dan memutuskan aliran listrik. Dalam Rangkaian Elektronika, Saklar sering digunakan sebagai ON/OFF dalam peralatan Elektronika.

Mar 11

Rangkaian Listrik adalah suatu kumpulan komponen elektronika yang saling di hubungkan atau di rangkai dengan sumber tegangan menjadi satu kesatuan yang memiliki fungsi dan kegunaan tertentu. Rangkaian Listrik hanya terdapat arus listrik yang dapat mengalir jika listrik tersebut berada dalam keadaan terbuka.
Rangkaian listrik hanya memiliki dua terminal atau kutup pada kedua ujungnya. Pembatasan komponen ini dapat kita kategorikan sebagai komponen aktif dan komponen pasif. Komponen Aktif adalah elemen yang dapat menghasilkan energi, contoh dari komponen ini adalah sumber tegangan dan sumber arus.
Sedangkan komponen pasif adalah elemen yang tidak dapat menghasilkan energi, dapat di kelompokan menjadi salah satu elemen yang dapat menyerap energi, contohnya terdapat dalam komponen resistor atau hambatan yang di simbolkan dengan huruf R.
Arus merupakan perubahan kecepatan muatan terhadap waktu yang mengalir dalam satuan waktu, dengan kata lain arus adalah muatan yang bergerak. Selama rangkaian tersebut bergerak, maka akan muncul arus listrik, tetapi apabila muatan tersebut diam maka arus yang mengalir pun akan hilang.

Rangkaian Seri
Rangkaian Seri merupakan salah satu jenis dari rangkaian listrik. Rangkaian ini adalah suatu rangkaian listrik yang disusun secara sejajar dimana komponen-komponen dipasang berurutan. Dalam kata lain rangkaian listrik yang dipasang secara seri memiliki susunan antar komponen yang berurutan. Penerapan rangkaian seri sering digunakan pada bagunan-bangunan atau gedung-gedung besar seperti perkantoran, kampus, dan hotel. Rangkaian ini sering digunakan karena memiliki cara pengaktifan yang praktis. Hanya dibutuhkan satu switch untuk mode aktif keseluruhan. Contoh konkret dari penerapan rangkaian ini adalah pada lampu-lampu jalan. Penerapan hokum ohm dengan mudah diaplikasikan melihat nilai hambatan yang dapat dicari dengan menjumlahkan seluruh komponen tersebut. V=I.R ; RTotal = R1 + R2 + R3 + ….+ Rn
Meskipun begitu, bukan berarti rangkaian seri tidak memiliki kekurangan. Walaupun memang rangkaian yang satu ini memiliki banyak sekali kelebihan. Kelemahan-kelemahan tersebut, contohnya, sumber tegangan yang dituntut untuk selalu dalam keadaan prima untuk menanggulangi resiko adanya loss. Kemudian, kalau terjadi masalah pada suatu komponen akan sangat berpengaruh pada komponen-komponen lainnya. Karena itu diperlukan sebuah kejelian dari teknisi supaya bisa melakukan instalasi dengan tepat. Kesimpulannya, rangkaian seri sebenarnya adalah sebuah rangkaian listrik yang sederhana tetapi juga tetap memiliki kekurangan. Tetapi kelebihannya yang ada dapat menguntungkan anda semua.
Rangkaian Paralel

Rangkaian Paralel sebenarnya merupakan sebuah rangkaian listrik yang disusun dengan tidak sebaris. Pada rangkaian ini, inpu untuk setiap komponen adalah dari sumber yang sama. Inilah yang kemudian menjadi alasan mengapa rangkaian paralel menjadi lebih mahal ketimbang dengan rangkaian seri. Tetapi hal tersebut bukan menjadi kekurangan yang menganggu. Ini karena rangkaian paralel juga memiliki kelebihan yang dapat menguntungkan para penggunanya. Salah satu kelebihan dari rangkaian paralel adalah apabila ada komponen yang rusak ataupun dicabut, maka komponen lainnya yang masih baik atau terpasang akan tetap berfungsi tanpa gangguan sama sekali. Rangkaian paralel pun bisa digabung dengan rangkain seri dan disebut sebagai rangkaian seri-paralel.
Contoh paling populer dari rangkaian listrik populer adalah lampu lalu lintas. Contoh yang satu ini paling sering digunakan dimana-mana. Lampu lalu lintas memiliki prinsip kerja dari rangkaian listrik paralel dimana pada sebuah lampu lalu lintas terdapat tiga buah lampu yang saling terhubung secara paralel antara satu buah lampu dengan lampu lainnya. Dari contoh ini anda dapat berkesimpulan, bahwa rangkaian listrik paralel bisa juga disebut sebagai rangkaian berderet. Hal ini disebabkan oleh pembagian beban yang sama antara lampu yang satu dengan yang lain terutama dalam urutan tersebut.
Rangkaian Seri dan Paralel
Rangkaian paralel dan seri merupakan jenis-jenis rangkaian yang dipakai untuk menyambungkan komponen elektrik menjadi sebuah kesatuan yang utuh. Kalau dilihat dari cara penyusunannya, maka rangkaian seri disambung dengan cara bersambung atau sejajar. Berbeda dengan rangkaian paralel yang penyusunan komponennya dengan cara berderet. Sebelum berbicara lebih lanjut, maka lebih baik diteliti terlebih dahulu satu persatu mengenai kedua rangkaian ini secara terpisah. Agar lebih jelas dan mengenal kedua rangkaian sebelum digabung menjadi satu. Sehingga anda tidak akan merasa kebingungan.
Untuk rangkaian seri, terdapat dua atau lebih beban elektrik yang disamungkan melalui sebuah rangkaian. Dengan menggunakan rangkaian jenis ini, maka anda bisa mengisikan beban listrik yang banyak dalam satu rangkaian saja. Contoh nyata dari penggunaan rangkaian ini adalah lampu hiasan pohon natal. Jenis rangkaian ini dapat memberikan arus yang lewat sama besarnya di tiap-tiap elemen yang disusun seri. Kemudian, dalam rangkaian seri dan paralel juga terdapat rangkaian paralel. Dimana pada rangkaian ini, terdapat lebih dari 1 bagian garis edar yang berguna untuk mengalirkan arus. Kalau dicontohkan, misalnya saja dalam kendaraan bermotor. Maka terdapat banyak beban yang disambungkan secara paralel.

Mar 10

Welcome to Blog Civitas UPI. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!